Tuesday, May 14, 2013

FUNGSI TRANSISTOR

Fungsi transistor yang pertama adalah sebagai saklar. Dengan mengontrol bias dari transistor hingga komponen ini menjadi jenuh, akan menyebabkan seolah-olah diperoleh hubungan singkat diantara emitor dan kaki kolektor. Fenomena ini lah yang dapat dimanfaatkan hingga transistor bisa dipakai sebagai saklar elektronika.
Perhatikan gambar diatas fungsi transistor sebagai saklar, yang merupakan rangkaian saklar elektronic dgn memakai transistor PNP serta transistor jenis NPN. Terlihat pula TR4 (PNP) serta TR3 (NPN) digunakan untuk mematikan dan menghidupkan LED.
TR3 digunakan sebagai pemutus serta penyambung hubungan diantara katoda-LED dgn ground. Dengan demikian apabila transistor dalam posisi ON maka LED akan nyala, sedangkan bila transistor dalam keadaan OFF maka LED menjadi mati. Dengan kaki emitor yang berhubungan dengan ground, maka kita harus melakukan cara tertentu agar transistor menyala. Caranya dengan membuat keadaan saklar SW1 menjadi ON hingga basis-transistor TR3 memperoleh bias yang bersumber dari tegangan positir, hal ini akan menyebabkan transistor jadi jenuh / ON kemudian kaki emitor dengan kaki kolektor menjadi tersambung. Sebaliknya, untuk membuat LED mati caranya adalah dengan membuat keadaan SW1 menjadi OFF.
Sebagai penyambung dan pemutus hubungan diantara tegangan positif dan anoda LED, digunakanlah TR4. Dengan begitu apagila transistor ON maka LED jadi menyala, sebaliknya bila transistor posisinya OFF maka LED jadi mati. Berbeda dengan penjelasan dalam paragraf sebelumnya, disini kaki emitor berhubungan dengan tegangan posifit. Karena itu untuk menyalakan transistor, kita harus mengatur keadaan saklar SW2 menjadi ON hingga basis transistornya T4 memperoleh bias dr tegangan negatif yang menyebabkan transistor jadi jenuh / ON  dengan psisi kakli emitor tersambung dengan kaki kolektor. Cara mematika LED nya sama, yaitu merubah posisi SW1 menjadi OFF.
Fungsi transistor sebagai  penguat arus adalah kegunaannya yang kedua. Guna komponen yang kedua ini membuatnya dapat digunakan dalam rangkaian power supply yang tegannya diset. Dalam keadaan tersebut transisor haruslah terlebih dahulu dibias dengan tegangan yg konstan pd basisnya, tujuannya biardi emitor menghasilkan tegangan yg tetap. Umumnya yang dipakai untuk mengontrol tegangan basis agar tetap adalah dioda zener.
Fungsi Transistor sebagai penguat arus
Fungsi Transistor sebagai penguat arus
Kalau diperhatikan pada gambar fungsi transistor sebagai penguat arus diatas ada 2 regulator dgn polaritas tegangan keluar yg bebeda. Transistor TR5 / NPN digunakan sebagai regulator tegangan positif, kemudian transistor TR6/PNP dipakai sebagai regulator tegangan negatif. Tegangan basis di tiap-tiap transistor diawasi sehingga nilainya tetap dengan menggunakan dioda zener D4 dan D3. Keadaan ini akan menyebabkan tegangan yg keluar di emitor memiliki arus sejumlah per-kalian antara HFE transistor dengan arus basis.
Fungsi transistor yang terakhir adalah untuk menguatkan sinyal AC. Kegunaan komponen dalam hal ini haruslah memakai beberapa jenis tekhnik pembiasan basis-transistor. Ketika transistor bekerja untuk menguatkan sinyal AC, komponen ini digolongkan jadi beberapa tipe penguat, yaitu penguat kelas C; penguat kelas AB; penguat kelas B dan penguat kelas A.
Fungsi Transistor sebagai penguat sinyal AC
Fungsi Transistor sebagai penguat sinyal AC
Nah digambar atas tersebut terlihat kerjasama antara R16 dan R15 untuk mengatur tegangan bias pd basis transistor. Configurasi tersebut dikelompokkan dalam tipe penguat kelas A. Melalui kapasitor C8, signal masuk menuju basis transistor. Berikutnya dengan melewati kapasitor C7, signal output diambil dari kaki kolektor. OK, demikian ketiga Fungsi Transistor telah saya jabarkan. Moga berguna ya.

0 comments: